Areksa menarik paksa tangan Gistara supaya keluar dari ruangan dan tak mengganggu ketenangan Vielga, wanita muda yang sedang duduk di brankar masih ketakutan. Gistara memberontak, dia tak terima hanya karena seorang pelayan Areksa sampai memperlakukan kasar. “Areksa, hanya karena pelayan kamu memperlakukanku begini!” ketus Gistara telah tiba di depan pintu. Areksa mendorongnya sampai tubuh Gistara terhempas keluar ruangan. “Wanita yang kau sebut itu wanitaku, calon istriku!” Areksa menjelaskannya, dia jadi marah jika Gistara terus menghina Vielga, ia tak terima. Gistara memukul pintu, Areksa tak menghiraukan dan lekas menghampiri Vielga yang menunduk dalam. Areksa mengangkat dagunya, menatap wajah merah serta mata sembab Vielga. “Jangan takut, saya akan melindungimu,” bisiknya lembut, m

