Bab 17. Kecurigaan Emma

1214 Words

Dengan hati-hati Vielga menuruni ranjang, menarik selimut untuk menutupi tubuh si kembar sebatas d**a agar tidur keduanya lelap. Rasa lelah pun terasa, tetapi Areksa menyuruh untuk menemaninya. Vielga ingin mengeluh lelah, tapi apalah daya dia, tak punya hak bicara itu pada atasannya. Namanya juga bekerja, tidak ada yang tidak lelah. Vielga menutup pintu, membuntuti Areksa yang lebih dulu. “Kenapa diam saja?” tanya Areksa mengunci pintunya agar tidak ada yang masuk. Areksa melepas kaus yang ia pakai, hingga tanggal, memperlihatkan otot-ototnya yang kekar. Vielga menunduk melihat indahnya lekuk tubuh atletis Areksa. “Sudah makan?” “Sudah, Tuan. Saya membeli makanan di kantin.” “Oh, lalu kenapa diam saja?” “Saya hanya sedikit lelah, Tuan. Tuan membutuhkan apa?” Raut lelah tergambar

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD