Malam itu, Jakarta lagi diguyur hujan. Suara air yang jatuh ke atap hotel bikin suasana makin sendu. Ayunda duduk di tepi tempat tidur, masih dengan blazer yang belum sempat dilepas, rambutnya agak berantakan karena seharian lari-lari dari satu meeting ke meeting berikutnya. Di layar ponselnya, nama “Mas Kenan ❤️” muncul. Video call masuk. Ayunda langsung senyum kecil, capeknya kayak disapu bersih begitu saja. Dia tekan tombol hijau. Begitu wajah Kenan muncul, Ayunda otomatis ketawa tipis. “Mas kenapa sih mukanya kayak anak hilang?” godanya. Kenan ngambek beneran. “Ayunda… kamu sibuk sangat. Sehari ini cuma balas chat tiga kali. Tiga kali, Yunda…” Nada suaranya dramatis banget, tapi matanya jelas cuma penuh rindu. Ayunda nyengir sambil meraih bantal, memeluknya. “Mas… Ayunda kerj

