Begitu sampai di kantor Ardhana Group, Birru langsung diarahkan sama resepsionis ke lantai paling atas. Tayangan berita perusahaan besar, suara ketikan orang kerja, dan langkah sepatu para karyawan terdengar di sepanjang lorong. Sesampainya di depan ruang CEO, staf Kenan langsung mengetuk pintu dan membiarkan Birru masuk. Kenan lagi ngobrol serius sama Rendy, tapi langsung berhenti begitu lihat siapa yang datang. Wajah dinginnya berubah lebih hangat. “Dokter Birru?” Kenan berdiri dan tersenyum kecil. “Wah… lama nggak ketemu.” Birru nyengir lalu langsung narik Kenan ke pelukan singkat. “Gimana kabarmu, Kenan?” “Ya gitu lah, Dok. Sibuk terus,” jawab Kenan sambil menepuk bahu Birru. “Duduk dulu, Dok. Ini kejutan banget.” Mereka pindah ke sofa. Rendy berdiri di belakang Kenan, diam tap

