Kenan membuka pintu lemari dengan sangat lembut. Di dalamnya, Ayunda meringkuk, tubuhnya gemetar hebat, wajahnya pucat pasi, matanya penuh air mata dan trauma. "Ayunda... Sayang, ini aku. Kamu aman sekarang. Dia sudah pergi," bisik Kenan, berjongkok di hadapan istrinya. Ayunda perlahan mendongak, melihat wajah Kenan yang dipenuhi amarah bercampur kekhawatiran. Begitu ia mengenali mata suaminya, Ayunda langsung merangkak keluar dari lemari dan memeluk Kenan erat-erat. Pelukan Ayunda sangat kuat, seolah takut Kenan akan menghilang lagi. "Mas Kenan... aku takut... aku takut banget..." isak Ayunda di d**a suaminya. Kenan memeluk Ayunda tak kalah erat, mendekapnya penuh perlindungan. Ia mengecup puncak kepala Ayunda berulang kali. "Iya, Sayang. Sudah, sudah. Aku di sini. Kamu aman. Aku

