"Kali ini kau benar-benar keterlaluan!" Ellina tak menyangka bahwa Lexsi akan masuk dalam jebakannya dengan mudah. Membenarkan kata-katanya tanpa menyangkal. Meski itu benar, tapi tanggapan orang lain berbeda. Mereka jelas hanya melihat dirinya yang terluka dengan bukti yang jelas. "Tak hanya mengakui hadiah Kakaknya, tapi juga menginginkan tempatnya. Dia benar-benar gadis yang buruk." "Kupikir dia anak yang berbakti, tapi nyatanya dia tak lebih dari benalu dalam sebuah pohon." "Apakah keluarga Rexton buta? Membuat anak kandungnya menderita demi anak luar?" Suara-suara itu kian memburuk. Membuat Lexsi mundur dan menggeleng. Air matanya turun, matanya menatap wajah Ellina penuh kebencian. Tapi ia sadar, bahwa posisinya sulit di sini. "Kak, katakan pada mereka sebelum semua salah

