“Dimana Mei ?” Tanya Hiro setelah kali ini kondisinya sudah jauh lebih membaik. Kondisi emosinya sudah stabil setelah mendapatkan sejumput ceramah panjang dari Yori yang juga sempat terisak melepas rekan sejawatnya untuk pergi selamanya dijemput malaikat pencabut nyawa didepan mata. Bahu pemuda itu naik turun sebab dia mempergunakannya untuk menarik napasnya terlalu dalam. Mungkin sengaja untuk menetralisir perasaannya yang masih emosional. Tidak ada yang bisa menolak kematian. Yang perlu dilakukan semuanya saat ini hanyalah berlapang d**a. Dan melaju kedepan. Bukan berarti mereka kejam dan tak peduli. Namun kesedihan dengan air mata berderai bukan pilihan yang baik saat ini. Mereka sedang berada dalam titik pertarungan terakhir. Bukankah akan lebih mengagumkan bila pengorbanan yang telah

