“Bisakah kau mempercepat sedikit prosesnya ?” “Apa kau ini adalah Edna yang kukenal? Sejak kapan kau jadi tidak sabaran begini Sis? Ada banyak hal yang perlu kau lakukan ketimbang menggangguku seperti ini.” Kata-kata yang terlontar dari Davira membuatku secara spontan memberikan sebuah delikan tajam buatnya. Berharap ingin memberi wanita itu satu atau dua jeweran. Tapi aku menahannya begitu saja. “Tapi ini sudah berjalan lebih dari satu jam. Bagaimana bisa pengolahan data berlangsung selama itu?” Davira berdecak kemudian. Sepertinya dia sedikit tersinggung oleh kata-kata yang keluar dari mulutnya. Lalu sekarang terlihat sekali bila wanita itu mulai terganggu atas sikapku yang sedikit lebih memaksa daripada biasanya. Aku sendiri heran mengapa aku bisa semembingungkan ini. Tapi aku tidak

