Nampak sekali bila dirinya terlihat sangat putus asa dan kesedihan terpancar dalam raut mukanya. Mungkin karena sesuatu, ah.. atau bisa jadi ini tentang seseorang. Apa sampai detik ini pria itu masih mengharapkan kehidupan lamanya meski jelas jelas dirinya sadar telah berkhianat? Tapi Dhaffin setidaknya bisa paham dalam situasi ini Dior masih memiliki hati yang tersisa. Tidak sepenuhnya hilang oleh sesuatu bernama keegoisan. Orang itu pernah menjadi sosok orang baik, entah dari segi dan dasar apa Dhaffin mempercayai stigma tersebut. “Dia.. marah.” Bukankah jawaban tersebut sudah jelas adanya tanpa perlu dipertanyakan kembali? Apa saat ini Dior hanya ingin penegasan dari segelintir orang untuk menjelaskan keraguan dalam dirinya? “Dia teramat kecewa dan sedih disaat yang bersamaan. Kurasa

