Bab 57

2473 Words

Fokus Biantara buyar sejak mereka pulang dari Gramedia. Pekerjaan yang biasanya mampu menyedot seluruh perhatiannya kini sama sekali tak berdaya menghadapi satu nama yang terus berputar di kepalanya—Kania. Seorang Biantara yang selama ini dikenal disiplin, terukur, dan nyaris obsesif pada rutinitas kerja, untuk pertama kalinya justru membuang waktu dengan mengikuti langkah keponakannya. Bukan karena alasan rasional, melainkan dorongan tak jelas yang membuat dadanya terasa sesak setiap kali gadis itu berada di luar jangkauan pandang. Dan ketika ia melihat Kania begitu lepas tertawa di samping Naren—nyaman, aman, tanpa beban—sesuatu di dalam dirinya mendidih. Pemandangan itu terasa menyesakkan. Terlalu akrab. Terlalu dekat. Lebih dari yang bisa ia toleransi. Biantara tidak sanggup berlama

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD