Nala. Nama sahabatnya menghias di layar beranda. [“Keluar, yuk! Gue butuh temen ke mall.”] Kania bimbang. Ia mengetik di layar itu, lalu menghapusnya lagi. Hal itu dilakukan sampai berkali-kali. Sampai tidak lama, Nala akhirnya menelepon. Gadis tersebut menggeser ikon hijau di layar itu. [“Halo, Nal.”] [“Gimana? Lo mau, kan? Temenin gue sekali-kali. Suntuk banget di rumah.”] Pandangan Kania lurus, menatap langit gelap melalui jendela. [“Udah mau hujan, Nal. Besok aja sepulang sekolah.”] Tidak ada jawaban dari orang di seberang sana. Hanya ada helaan napas sedikit kasar yang terdengar. Kania tahu, Nala kecewa. [“Ya, udah, oke. Besok pulang sekolah gue tagih janji lo.”] [“Oke.”] ** Sepulang sekolah .... “Tau, nggak? Tadi pas gue ke perpus, Davin itu lagi dimarahin sama Mr. Adrian

