“Gimana sama cewek yang nggak punya harga diri, Kak?” Kania membalasnya cepat. Ia benar-benar sedang menyinggung dirinya sendiri. Gadis tersebut lantas menatap sisi wajah Melati yang tampak bingung. Istri pamannya itu memang cantik. Sempurna. Mata pria mana yang tidak tertarik. Namun, takdir sialnya justru jatuh pada Biantara. “Maksud kamu nggak punya harga diri?” “Kan, banyak perempuan modis, cantik, lembut, baik, tapi m.u.r.a.h.an.” Melati terkekeh ringan. “M.u.r.a.han dari segi mana dulu, Kania? M.u.r.a.h.a.n itu banyak definisinya.” Gadis itu terdiam beberapa saat. Ia menunduk, menatap perut buncit yang tersamar karena korset yang dipakai. “Yang nggak sengaja hamil di luar nikah, misal.” Dahi Melati mengernyit. Ia merasa pembahasan Kania terlalu jauh dari topik yang semula

