Bab 92-4

714 Words

“Kalo mau sekarang, grabfood. Pasti masih ada yang jual.” “Nggak!” tolak Biantara tegas. Ia melangkah mendekat dan mencekal pergelangan tangan Kania. “Saya mau kamu yang buat.” Tanpa memberi kesempatan, Biantara menyeret Kania pergi. Gadis itu terus meronta, melontarkan penolakan demi penolakan dengan keras kepala. “Aku nggak mau, Om! Lepas!” “Diam.” Sentakan itu menghentikannya tepat di ujung tangga. Suara Biantara menurun, namun tetap keras. Akhirnya Kania menurut. Ia membiarkan Biantara menuntunnya ke dapur, memilih diam daripada memperpanjang perlawanan. “Om, ini sudah malam,” ucap Kania mencoba kembali menolak. “Aku mau istirahat. Besok—” “Saya nggak mau tahu, Kania,” potong Biantara tanpa ragu. “Saya mau makan itu sekarang. Dan harus kamu yang buat.” Hening beberapa saat. Ka

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD