Bab 99-2

708 Words

“Pipi kamu makin tembem, gemes lihatnya.” Naren memegang pipi kiri Kania dan mencubitnya pelan, kemudian kembali berkata, “Perasaan porsi makan kamu sama aja, tapi kok nambah tembem, ya?” Ditanya demikian membuat Kania cukup gugup. Rupanya, orang-orang mulai sadar jika berat badannya bertambah, padahal ini baru memasuki bulan keempat. Bagaimana dua hingga tiga bulan ke depan? “Ya baguslah, berarti Kania sehat.” Nala yang baru saja datang sembari membawa nampan langsung menjawab. Naren mendelik tidak suka. Ia memang tidak pernah suka dengan teman Kania itu. Pasalnya, kedekatan Nala dengan Kania kerap menyita waktu mereka. Sama halnya dengan Nala, ia sama tidak sukanya. Jika bukan karena Kania, mungkin mereka sudah berkelahi. “Nih, sup ayam sama jus buah.” Nala kembali berbicara sembar

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD