Di mansion Biantara… Begitu tiba, Kania diseret masuk. Di ruang tengah yang megah itu, Hanggara dan Ranti masih duduk menikmati acara televise. Mereka tidak menyadari apa yang akan terjadi. Brak! Biantara mengempas Kania dengan kasar. Tubuh gadis itu tersungkur tepat di hadapan Hanggara. Bukan hanya lututnya yang nyeri, bahkan kepalanya ikut terasa pusing sebab pelipisnya membentur ujung meja. Ranti terkejut dan langsung berdiri. Wajahnya terlihat syok. “Ada apa, Bian? Kenapa kamu kelihatan marah kayak gini?!” Suasana ruang tengah yang semula tenang kini berubah mencekam dalam hitungan detik. Jari telunjuk Biantara terangkat, mengarah lurus ke Kania. “Dia, Ma,” ucapnya tajam. “Dia sudah jual diri ke sahabat saya. Dia cuma bisa memalukan keluarga kita!” Kania mendongak. Dengan sisa

