Bab 108-2

722 Words

Sampai sekarang pun ia masih bertanya-tanya kenapa dirinya berbeda. Semua pasti ada sebabnya. Dan Kania yakin ada sebuah rahasia yang disembunyikan. Ting! Ting! Bunyi notifikasi yang terdengar dua kali membuat Kania menoleh. Ponsel yang tergeletak di atas nakas itu membuatnya terdiam sejenak. Ia melangkah gontai. Mengambil benda tersebut tanpa minat. Dua nama kontak mengisi jendela notifikasi. Adrian dan Nala. Keduanya sama-sama mengabarkan jika ujian praktiknya tidak jadi dilaksanakan hari ini. Adrian mendadak ada urusan yang tidak bisa ditinggal. Kania menghela napasnya cukup kasar. “Syukurlah kalau ditunda. Aku jadi bisa istirahat.” Gadis itu kembali menyimpan ponselnya dan merebahkan diri ke atas tempat tidur. Ia menatap langit-langit kamar. Suasana kamar masih cukup gelap.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD