Bab 110-4

745 Words

“Wah,” ucap Melati antusias. “Mama masak banyak banget, Mas.” Tidak lama kemudian, Ranti datang membawa masakan terakhir. Tangannya berhati-hati saat meletakkan mangkuk di meja, lalu ia duduk tepat berhadapan dengan anak dan menantunya. “Semua ini masakan Mama, Melati,” katanya lembut, nadanya dibuat tenang walau tadi amarah sempat terpancing. “Nah, ini…” Ranti mendorong mangkuk sup ke arah Biantara. “Sup yang dulu sering kamu makan, Bian. Mama bikini khusus.” Biantara menatap mangkuk itu cukup lama. Ia menghirup aromanya perlahan—aroma yang begitu familiar, membawa kenangan masa kecil. Sudut bibirnya terangkat tipis, senyum yang ia hadirkan untuk menghargai upaya ibunya. “Makasih, Ma.” “Sama-sama, Bian.” Melati segera mengambil piring di depan suaminya, menyendokkan nasi dan sup den

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD