Bab 35-2

1172 Words

“Thanks, Nala. Lo emang yang terbaik.” “Anytime, Kania. Yang sabar ya.” ** Di rumah Hans dan Yasmin … Kania sudah duduk di meja ruang tengah. Hari ini gilirannya menjalani les rutin setelah adik-adiknya selesai. Mrs. Erika duduk di seberangnya, membuka modul sambil tersenyum hangat. “Miss ucapin selamat ke kamu, ya, Kania. Miss bangga sama kamu.” Fokus Kania buyar seketika. Senyum simpul tipis muncul di bibirnya, ragu tapi manis—seolah ucapan seperti itu jarang sekali ia dengar. “Miss bangga sama aku?” Nada bertanyanya pelan, hampir seperti bisikan. Senyum Mrs. Erika memudar lembut. Dari cara Kania bertanya, ia tahu ada sesuatu yang mengganjal. Sesuatu yang lebih dalam daripada sekadar rasa tidak percaya diri. “Jelas, Kania. Siapa pun pasti akan bangga sama kamu. Bahkan, teman-tem

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD