Di lain sisi, dalam waktu bersamaan, Maura dan Tama yang ada di mobil Hans tampak memperhatikan sosok Kania yang dilihatnya semenjak mobil berhenti. “Pa, itu Kak Kania sama temennya, ya?” Seruan Maura membuat Hans menoleh refleks ke jalan yang ada di sampingnya. Ia menaruh penuh atensinya pada anak gadis yang tidak pernah diakui. “Biarkan saja.” Hans berpura-pura acuh. Namun, dalam hati gejolak emosinya membludak. Ingin rasanya ia menegur Kania saat ini juga. Sekaligus memberi pelajaran pada lelaki yang memboncenginya. Tapi, pria tersebut menunda niat itu. Kali ini ada Tama dan Maura yang harus diantar ke sekolah dan tidak boleh sampai terlambat. Di sekolah Kania .... Kali ini Kania dan Naren tengah berada di loker. Gadis itu terlihat mengambil beberapa buku paket yang akan dig

