Bab 50-2

707 Words

“Aku nggak mau tua di penjara.” Jawaban asal Kania berikan. Ia tetap menatap jalanan yang gelap dan padat. Hujan deras masih membasahi kota. Jalan raya tergenang air cukup tinggi. “Konyol sekali alasan kamu.” Kania hanya mengedikkan bahunya, acuh tak acuh. Ia tidak menoleh sedikit pun ke arah Biantara. Satu pesan kembali masuk ke ponselnya. [“Kak Kania di mana? Bia khawatir karena Kakak belum pulang.”] Pesan dari Saka hanya dibaca oleh Kania. Gadis tersebut malah menyimpan ponselnya ke dalam tas tanpa berniat membalas. Diam-diam Biantara mengamati gerak-gerik Kania di tengah fokusnya mengemudi. Sampai tidak lama, dering telepon masuk terdengar dari ponsel Biantara. Ia menyentuh earphone yang terpasang di telinga kirinya. “Ada apa, Melati?” “Mas. Aku ke mansion kamu, tapi kamu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD