Bab 52-2

724 Words

Ia menuruni anak tangga dan duduk di ruang kecil yang ada di depan kamar. Gadis tersebut mengalihkan pikirannya yang kacau ke soal-soal latihan ujian semester. Beberapa soal coba ia kerjakan dengan teliti. Namun, fokusnya terpecah ketika terdengar derap langkah berat mendekat ke arahnya. Biantara. Pamannya itu sudah berdiri di sampingnya. Kania menutup bukunya, sedikit kasar. Ia simpan kembali alat tulisnya ke tempat khusus. Brak! Suara itu timbul dari ponsel Biantara yang diletakkan kasar ke meja. Layar menyala itu tepat berada di depan Kania. “Saya nggak suka ada orang yang bermain kotor di tempat saya.” Nada bicara Biantara terdengar dingin dan tegas. Ia menyaku kedua tangannya di celana. Tatapannya tertuju ke satu arah—Kania. Kania menatap lama foto ketika dirinya ditolong

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD