Bab 57-3

1040 Words

Kania masih ada di ruang kecil depan kamar. Ia menatap lantai bawah. Di sana Biantara sibuk menelepon seseorang untuk memastikan acara besok berjalan lancar. Helaan napas berat terdengar. Ia menatap perutnya sendiri. Tidak ada lagi harapan. Janin dalam perut itu akan positif lahir tanpa ayah. Ia menarik kedua sudut bibirnya, membentuk senyum sabit. Namun, senyum itu terlihat miris dan menyedihkan. “Aku nggak nyangka hidupku bakal ngenes kayak gini.” Gumaman itu keluar dari bibirnya. Rasanya berat. Suasana begini saja sudah menyesakkan d.a.da. Apalagi ketika Melati sudah tinggal di sini dan harus melihat mereka berinteraksi tiap hari. Mungkinkah Kania mampu? Kepalanya bergidik pelan. Ia menjawab pertanyaan dalam benaknya sendiri. “Kalo Om tau aku lagi hamil anak dia ... pernikaha

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD