Bab 71-2

701 Words

"Bangun, Kania." Kania tetap diam. Ia tidak bergerak. Tidak pula menunjukkan tanda-tanda bangun dari tidurnya. Matanya masih rapat. Biantara mendekat. Langkahnya berhenti tepat di samping tempat tidur. Ia perhatikan lamat-lamat wajah tenang Kania. Kelopak mata itu bergetar ringan. Sesekali terlihat kerutan kecil di dahi. Gadis itu sedang bermimpi. Dan istirahatnya memang begitu pulas. "Ck! Bangun, Kania!" Sekali lagi, panggilan itu terdengar. Biantara menambah volume suaranya. Namun, hal tersebut tidak lantas menyadarkan Kania. Biantara mengembuskan napasnya lelah. Ia terpaksa memangkas jarak dengan keponakannya. Tangannya menepuk pelan bahu yang terekspose itu. Dalam beberapa detik, Kania akhirnya terbangun ketika merasa tubuhnya diguncang ringan. Netranya mengerjap berulang kali,

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD