Bab 76-3

700 Words

Ia yakin, Biantara tidak sekejam Hans—yang kerap melibatkan tangan dalam setiap hukuman yang dijatuhkan pada Kania. “Mau sekeras apa pun kamu,” kata Yasmin lirih, “tolong jangan pukuli dia, Bian. Seenggaknya, itu yang Mba percaya dari kamu. Kamu bisa memperlakukan Kania lebih baik daripada Mas Hans.” “Saya usahakan.” Tepat ketika percakapan keduanya selesai, Elang turun dan ikut bergabung di sana. Ia menatap mamanya yang kini sudah lebih baik. “Bia udah baikan?” “Sudah, Lang. Gimana kakak kamu?” Elang hanya menghela napas. Ia lalu menggeleng pelan. Upayanya sia-sia. Kania tidak berhasil ia bujuk. Gadis itu tetap bergeming, keras kepala, menutup hatinya rapat-rapat hingga tak memberi ruang sedikit pun bagi kasih sayang Yasmin. “Nanti biar saya yang bicara,” ujar Biantara dengan nada

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD