“Ah, sudahlah! Apa itu penting sekaran?” Utari menepis keingintahuan Nora. Terlihat jelas, wanita paruh baya itu menyembunyikan sesuatu. Nora tak menjawab lagi, dia hanya menatap ibunya dengan tatapan penuh curiga. Saga mengelus punggung Nora, berharap sentuhan itu membuat istrinya lebih baik, dan tidak terlalu emosi pada ibunya. “Aku mau pulang, muak aku lihat orang lagi jatuh cinta di sini,” ketus Utari, jelas dia menghindari Nora. Nora hendak bangkit dan menyusul Utari, tetapi Saga mencegahnya, pria itu meyakinkan agar dirinya saja yang mencari tahu, tentang siapa yang memberi tahu Utari sebenarnya. “Mami!” panggil Saga, seraya menyusul Utari yang nyaris sampai di ambang pintu. Utari berbalik dan menatap Saga dengan tatapan ketus. “Apa lagi?” tanya Utari, dia berpura-pura kesal

