BAB 45

3238 Words

  Irfan Kini Sudah Duduk Dibangku Yang Berada Dihalaman Belakang Rumah Bersama Putranya, Bian. Mereka Duduk Saling Berhadapan Hanya Dibatasi Oleh Meja Bundar Ditengah - Tengah Mereka. Terlihat Bian Sedikit Gugup Dan Takut Ayahnya Itu Akan Memarahinya Karena Dirinya Dikeluarkan Dari Sekolah . Biar Pun Sering Bercanda Dengan Anak - Anaknya, Ada Saat Nya Irfan Serius Dan Bersikap Tegas Sebagai Kepala Rumah Tangga.   " Ada Apa? " Tanya Irfan Memecahkan Keheningan Malam Yang Ditemani Suara Jangkrik Bersahutan.   " Maksudnya ?" Tanya Bian Yang Enggan Menatap Irfan .   " Kenapa Kamu Dikeluarkan Dari Sekolah ?" Tanya Irfan . Dia Tahu Pasti Ada Alasan Mengapa Hal Itu Terjadi.   Bian Diam Tak Bergeming , Ia Menundukan Kepalanya Takut.   " Hey !!" Irfan Menggebrak Meja Cukup Kencang Membua

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD