Pelarian yang Mengantar pada Neraka

1180 Words

Meminta izin ke kamar mandi hanyalah alasan. Alasan murahan yang kubuat untuk menghindar dari lelaki itu—Arvind. Aku tidak ingin bertemu dengannya. Tidak ingin melibatkan diriku dalam percakapan apapun, apalagi membahas masa lalu yang masih membakar dadaku dengan bara dendam dan luka. Saat dia masih duduk di kafe hotel menunggu, aku sudah lebih dulu berbelok ke lorong samping. Seperti yang sudah kuduga, semua ini hanyalah upayaku menghindar… lagi dan lagi. Arvind benar. Melarikan diri memang kebiasaanku. Dan hari ini, aku melakukannya lagi tanpa ragu. Aku meminta izin ke kamar mandi, tapi dalam hati aku sudah bertekad—aku tidak akan kembali. Aku tahu dia tidak akan tinggal diam. Dia pasti akan mencariku, ke setiap sudut hotel, memaksa pintu-pintu dibuka, menanyakan keberadaanku. Tapi ke

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD