Chapter 43 - 44 (TAMAT)

939 Words

CHAPTER 43                 Di sebuah ruangan dengan dinding layaknya bantal keseluruhan, seorang pria muda duduk di tepian. Tangan kakinya terkekang sebuah baju yang seakan membuatnya seperti segumpal kebab, dengan hanya bagian kepala yang tak tertutupi. Wajahnya menatap lesu ke depan, pucat pasi, keningnya tampak ada bekas luka memar di sana.                   Rahang tegas itu tampak tak b*******h, mata cokelatnya kehilangan binar, bibir pecah-pecah bersama rambut yang berantakan.                   Itu Danendra Wajendra.                   Dinding bergeser, atau lebih tepatnya pintu yang dilapisi dinding hingga tersembunyi. Beberapa orang ada di sana, menatap iba, mereka pun menghampiri Danendra. Dua di antara mereka, seorang pria tua dan wanita tua, merendahkan badan mereka menyama

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD