Chapter 13 - 15

1190 Words

CHAPTER 13                 Bagi Elora, saat ini kesempatan emas.                   Sang ayah menatap heran. “Beli apa? Kamu gak ada rencana beli novel, kan?” Ia memandang sinis putrinya.                   “Enggak, Yah ... aku cuman mau beli es krim.” Elora tersenyum sendu. “Toh kalau dibeliin novel gak cukup, cuman bisa es krim cone kecil sama ongkos pulang.”                   Herman mengangguk. “Oke, ya udah Ayah pergi dulu. Temenin Pak Danendra makan, ya! Pak, permisi!” Berdiri dari duduknya, Herman pun beranjak pergi. Kembali, keduanya makan dengan lahap, meski sesekali Elora mencuri pandang ke arah Pak Danendra.                   Ia berencana, setelah ini, sejujurnya membuntuti pria dewasa itu, tak punya alasan lain selain ia iseng melakukannya dan rasa penasarannya juga teram

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD