Chapter 19 - 21

1122 Words

CHAPTER 19                 “Ada baiknya kamu menghentikan permainan kamu, saat ini juga.”                   Danendra yang tengah membersihkan gigi palsunya dari sisa darah menatap pria tua di hadapannya, ia pakai benda itu di giginya kemudian mengerutkan kening. “Enggak, saya baru menikmati ini, beberapa hari, Pak Kepsek!”                   Pak Kepsek menghela napas panjang. “Kamu bener-bener gila! Liat keadaan kamu sekarang!”                   “Oh, ayolah!” Pak Danendra memutar bola matanya. “Apa Bapak gak liat saya sama sekali enggak masalah dengan itu, huh? Tenang saja!”                   “Ini ide buruk, Warren!” Pak Kepsek mendengkus.                   “Ini lebih baik ... saya suka, saya nikmatin ini, Bapak mau saya berhenti dan bunuh diri, begitu?” Ancaman itu membuat Pak K

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD