CHAPTER 31 “Kamu beneran ada punya hubungan sama Pak Danendra?” tanya Herman, berdiri di ambang pintu kamar putrinya yang tengah berdandan sedemikian rupa. “Emang kenapa, Yah?” Herman menggelengkan kepalanya. Menggaruk belakang kepala. “Bukannya Ayah anti sama bodyshaming atau rasis, ya?” Elora membalikkan badannya, yang sontak agak membuat Herman terkejut karena penampilan anaknya saat ini. “Kamu cantik seperti almarhumah ibu kamu ...,” gumamnya tanpa sadar. Elora menghela napas. “Jawab Elora, Yah!” “Anu, beberapa orang bengkel yang orang tua murid bilang kalau kamu ... deket sama Pak Danendra. Ayah gak masalah, sungguh, walau mereka bilang kamu kena gun

