Satu tangan Kenzo meraih telapak tangan Alexa, ia menautkan jari jemari mereka, dan saling menggenggam sepanjang jalan sementara satu tangannya memegang kemudi mobil. Sesekali Kenzo mendaratkan kecupan-kecupan kecil di jemari gadis yang sangat ia cintai. “Sayangku,” ucap Kenzo saat mobil telah berhenti dengan sempurna di basemen parkir hotel yang dikelola oleh Alexa. Ia melepaskan seat belt-nya juga seat belt yang dikenakan oleh Alexa, matanya lalu menatap Alexa dengan tatapan serius. “Aku tidak akan melarang menjadi apa pun yang kau inginkan nanti setelah kita menikah. Tetapi, apa pun jalan yang kau ambil, kau harus bertanggung jawab,” Alexa mengangguk, ia mengerti apa yang Kenzo maksudkan. Benar apa yang Kenzo ucapkan, ia harus bertanggung jawab atas apa yang telah ia kerjakan. Apa

