"Masuklah." Laura menyilakan Ryan memasuki apartemennya walau hari sudah menunjukkan jam sepuluh malam. Ryan melangkah menuju sofa lalu duduk bersandar disana. "Katakan apa yang mau kau katakan, Laura? Aku siap mendengarnya." Laura duduk di hadapannya dengan tatapan serius. "Aku ingin menceritakan tentang pertemuanku bersama Raaj di rumah sakit. Kali ini takkan ada satu pun yang aku tutupi darimu." Jelas Laura dan sudah mantap dengan keputusannya untuk jujur pada Ryan. "Baiklah. Apa itu?" Ryan menjawab dengan nada tak semangat karena hatinya sudah lelah menanti penjelasan Laura belum lagi harus pisah ranjang selama beberapa bulan, makin membuatnya kecewa. "Aku sakit." Ucap Laura. Ryan terkejut. "Aku mengidap Adenomyosis, Yan. Sebelum mengenalmu aku sudah mengidap penyakit itu." Air m

