Terjebak didalam Dusta

1754 Words

"Hai, Yan." Arthur mengangkat tangan, menyapa Ryan yang masuk kedalam ruangan. Ryan membalas. "Hai, Pak Sutradara." Melangkah mendekati Arthur yang spontan menjauh sekitar setengah meter dari Riska. "Apa kabarmu?" Menyalami Arthur. "Baik, seperti kemarin, Yan." Membalas uluran tangan Ryan.  "Aku singgah setelah habis dari tempat klien." Ucap Ryan lalu melepaskan tangannya dan melirik Riska. "Bagaimana keadaan anak-anak, Ris? Apa Richie rewel?" Ryan duduk disamping Arthur memandang Riska. Riska mengangguk. "Ya, dia sedikit demam dan terus memanggil 'ayah' dan 'papa'." Jelasnya tapi Arthur tak mengerti ucapan Riska. "'Ayah?' 'papa?'" Dahi Arthur berkerut. Riska tersenyum memahami rasa penasaran Arthur. "'Ayah' untuk sebutan pada Nick, sedangkan 'papa' untuk Ryan." Berharap Arthur paham

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD