Harus Waspada

1008 Words

Riska tertegun mendengar suara ketukan pintu, Nick baru saja keluar bersama Jeff untuk mencari sesuatu. Dan ia yakin itu bukan Nick. "Davi?" Terkejut Arthur berdiri di balik pintu sambil tersenyum memberikan sekotak coklat besar. "Untukmu. Aku tahu kau menyukai coklat, aku baru saja membelinya tadi bersama Beny sekalian mencari buket mawar putih." Riska tersenyum menerimanya. "Terima kasih, Davi." Membuka pintu lebar-lebar. "Masuklah. Kau mau kopi?" Menutup pintu melihat Arthur duduk di sofa. Arthur mengangguk dan menyandarkan punggung. "Boleh, Ris. Aku memang sedikit mengantuk." Jawabnya melihat Riska berjalan menuju dispenser kopi dekat kamar tidurnya yang terlihat sedikit berantakan. Riska menuang kopi espresso lalu mengaduknya. "Itu wajar karena kau lelah dan kita kurang tidur. Lag

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD