DUA PULUH SEMBILAN Wajah Mike tertoleh ke samping dengan keras karena frekuensi tamparan yang di layangkan oleh mama-nya begitu kuat. Bahkan sudut bibirnya mengeluarkan darah. Pian yang melihat itu perlahan mundur sedikit demi sedikit. Anak itu takut! Bahkan wajahnya terlihat memucat dengan keringat yang telah mengalir deras dibalik kaos tipis yang ia kenakan. Pian melihat dengan pasti bagaimana tangan wanita tua di depannya melayang di pipi Tuan Mike dengan keras. "Apa-apaan ini, Ma?"tanya Mike dengan raut wajah yang tidak mengerti dan penuh tanya,dengan tangan yang menghapus kecil darah disudut bibirnya yang telah masuk sedikit kedalam celah mulutnya. Sri? Sri memandang tak suka dengan tatapan yang menghunus tajam kearah Mike. Sri mengabaikan pertanyaan dan kebingungan Mike mengap

