35

1941 Words

TIGA PULUH LIMA Air matanya selalu mengalir dengan sendirinya selama dua minggu yang sangat menyedihkan ini. Isakannya perlahan keluar seiring rasa sakit yang begitu sadis menggeranyi bagian uluh hati dan jantungnya. Tubuhnya bergetar hebat karena laki-laki itu ingin menahan isakannya. Tapi tetap tidak bisa. Air mata, isakan dan tubuhnya tetap bergetar, tidak bisa ia tahan. Itu semua tetap terjadi dan dilakukan oleh tubuhnya. Kesedihan lebih tepatnya air mata menyesalnya tidak akan pernah habis menyapanya. Air mata sialan yang begitu mudah mengalir di matanya, tidak akan bisa dan mampu membuat waktu berputar ulang, tidak akan bisa dan mampu membawa dua orang yang telah ia usir dengan kejam kembali dengan hati riang kepadanya. Itu sangat mustahil dan bagai tengah mimpi dengan mata yang t

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD