Melihat Olive yang sesunggukan seperti itu membuat Jackshien kasihan dan ibah kepadanya sehingga dia pun berusaha menenangkan nya dengan menepuk pundaknya sembari berkata. "Semangat! You can do it." Sambil tersenyum padanya.
Oliviareidya pun kembali bersemangat melanjutkan syuting nya bersama Jackshien, dengan bilang ke diri sendiri untuk terus semangat, jangan membuat masalah lagi, jangan memasukan masalah luar ke dalam kerjaan termasuk rasa kagumnya pada Jackshien. Dan dia jugs berjanji pada diri sendiri dengan berusaha semaksimal mungkin agar dirinya tidak kebobolan tersenyum-senyum sendiri sampai tidak fokus, dan membuat Jackshien marah karena tingkahnya karena jika semua itu terjadi makan otomatis pekerjaanya akan berjalan kurang baik.
Hari ini Jackshien merasa bahwa dirinya harus menurunkan ego nya untuk sedikit berubah dari dirinya yang biasanya biasa saja bersikap terhadap Olive sekarang mulai hari ini akan mendukung nya layaknya adik sendiri. Dengan tidak biasanya dirinya bersikap baik, dan perhatian membuat nya sedikit gugup dan canggung.
Dan perubahan sikap Jackshien yang biasa saja menjadi lebih perhatian dimulai sejak ketika pulang dan berjalan menuju parkiran mobil.
"Oliviareidya mana?" Tanya Jackshien pada salah satu teman lawan main nya juga.
"Sudah pulang barangkali, aku juga tidak tau yang pasti jika kamu pengen lihat dia sudah benaran pulang atau belum kamu bisa nyusul ke parkiran mobil kita dan lihat lah mobil warna putih ber-list merah masih ada atau tidak. Jika ada bearti dirinya masih di sini kalau sudah tidak ada ya berarti dia sudah pulang." Dan langsung meninggalkab Jackshien walaupun Jackshien belum sempat menjawab apa pun.
"Hm baiklah aku belum menjawab apa pun tetapi sudah meninggalkan ku sendiri, ya sudah lah aku akan mencarinya." Jackshien yang berbicara di belakang Teman aktornya yang berjalan duluan membelakanginya.
Mencari-cari dan akhirnya ketemu dan pas sekali mobil itu sudah menyala dan sudah akan jalan tetapi rupanya Jackshien tidak berusaha memberhentikan mobil tersebut.
Jackshien rasa sepertinya Oliviareidya juga sudah mau cepat-cepat pulang untuk beristirahat belum lagi gara-gara tadi di tegur oleh Pak Sutradara ya pastinya sangat menguras air matanya dan pastinya sangat membuat matanya lelah hingga barang kali menjadi sangat cepat mengantuk sama seperti kerjadian yang ku alami waktu Chelseaheila masuk rumah sakit.
Hampir lupa bahwa dirinya berjanji untuk mengantar Chelsea pulang, dia pun segera dengan cepat dan sigap langsung menjemput Chelsea.
Selesai mengantar Chelsea hingga dirumahnya. Jackshien pun segera kembali kerumah dan beristirahat tidak lupa sebelum tidur, malam ini dirinya ingin berbincang sebentar dengan teman kecilnya sekaligus sahabatnya ' Chelseaheila '.
Pesan di WhatsApp...
"Hai... Sudah bobok?" Jackshien mengirim pesan.
Selang 7 menit kemudian, "Hai, sebentar lagi... Ada apa Jackshien?"
"Oh sama dong, ngomong-ngomong... Bagaimana kerjaan mu hari ini he-he-he berwarna yah? Kan istirahatnya sama aktor tampan he-he-he." Tanpa di sadari Jackshien mengetik sambil tersenyum-senyum.
Chelsea yang mendengar lelucon itu pun tertawa tipis. "Ha-ha-ha siapa yah? Kayaknya tidak terkenal banget."
Shock membaca balasan kejam Chelsea. "Kurang ajar ni anak, hello siapa yang tidak tau aku? " Sambil menyombongkan diri.
"Ah nyata nya tidak ada yang mengikuti langkahmu di mana pun kamu sedang keluar atau pun ke tempat kerja ku juga semuw biasa saja." Sambil tertawa terbahak-bahak.
"Iya memang karena aku juga tidak mempublish ke mana aku sedang jalan dan lain-lain. Di saat syuting pun Lokasi saat tag memang berpindah-pindah walau ujung-ujungnya kembali lagi ke lokasi semula karena tempat kami memang di sana dan ketika fans datang ingin mengunjungi ku juga di saat aku sudah pergi makan atau pun tidur di ruangan ku jadi bagaimana bisa bertemu? Berbicara sambil tersenyum.
Karena peristiwa sakit Chelsea yang sampai di rawat tersebut membuat orang tuanya jadi lebih berjaga-jaga dan lebih ketat ke anaknya terutama ibu.
Mendengar anaknya yang tertawa dan dia tau bahwa sepertinya Chelsea sedang berbicara atau sedang saling mengirim pesan ke Jackshien. Ibu yang sedang habis mencuci wajah pun langsung naik ke lantai dua dan berbicara dengan Chelsea di balik pintu kamarnya.
"Chelsea sebentar lagi sudah boleh tidur ya... Sudah malam ingat kamu harus istirahat cukup." Ujar Ibu.
"Iya bu, aku akan tidur sebentar lagi... Ibu tidak perlu khawatir." Jawab Chelsea yang masih tertawa.
Ibu pun turun dan langsung kembali ke kamarnya untuk tidur.
Chelseaheila dan Jackshien pun masih saling mengirim pesan walau tidak seperti dulu dengan waktu yang lama.
Di ujung topik perbincangan di w******p.
"Jackshien akhiri dulu ya Pesan nya, jika mau besok masih bisa kita sambung lagi atau lain waktu ketika kamu sedang luang atau sedang ada topik saja. Soalnya aku sudah mau tidur he-he-he maaf ya tidak bisa menemani mu sampai larut malam seperti sebelumnya karena maklum juga tentang kondisi ku yang baru saja membaik dan aku tidak tau akan sampai kapan harus tidur lebih awal karena tidak biasa bagiku. Tapi ya harus bagaimana lagi semenjak aku di rawat untuk pertama kalinya, hal ini membuat kedua orang tua ku lebih menjaga ku dengan ketat terutama kesehatan ku jadi aku harus nurutin apa kata mereka karena aku juga sejujurnya tidak ingin hal itu kembali lagi pada ku." Kata Chelsea.
Dengan sangat paham dan mengerti kondisi teman kecil nya itu. Jackshien pun setuju akan hentinya terlebih dahulu pesan mereka dan akan di sambung nanti lagi ntah itu besok, atau di luang waktu, ada di lain waktu ketika memiliki topik untuk di perbincangkan.
"Baik lah, he-he-he tidur sana. Aku juga akan segera tidur dan lebih menjaga kesehatan seperti kamu supaya kuat dan sehat, he-he-he..." Jawab Jackshien yang mengetik sambil tersenyum.
"Tidak masalah Chelsea, kamu melakukan hal yang sudah benar dengan mendengar perkataan orang tua yang tentunya pasti ingin yang terbaik untuk anaknya dan tidak ingin hal buruk menimpa anaknya sendiri. Apa lagi sampai sakit dan di rawat itu adalah hal tersedih yang orang tua mana saja dapat rasakan, suatu saat jika kamu atau aku punya anak dan sampai anak ku harus di rawat karena sakit juga pasti akan lebih menyakitkan bagi ku dan berfikir bahwa mengapa tidak aku saja yang menanggung sakit nya mengapa harus anak ku. Jadi tidak masalah jika waktu mu untuk ku tidak seperti sebelumnya lagian aku juga bukan orang yang baru saja kamu kenal dan kamu bukan orang yang baru aku kenal juga jadi sudah sepantasnya saling mengerti dan memahami kondisi satu sama lain." Jawab Jackshien lagi.
Chelsea merasa sangat bersyukur untuk kesekian ribu kalinya, karena merasa mengapa manusia ini sangat mengerti akan kondisi nya dan masih sangat konsisten tentang sabarnya. Menurut nya sangatlah sulit untuk orang konsisten dengan sabarnya di banding hanya sekedar sabar biasa yang di mana pasti sabar itu lebih akan cepat hilang di banding sabar yang konsisten yang tentunya akan lebih lama tahan nya.
"Terimakasih kamu selalu mengerti kondisi dan keadaan ku. Maaf mungkin aku belum bisa menjadi teman sekalipun sahabat yang sempurna untuk mu, yang selalu punya waktu luang ysng sangat panjang, serta tidak begitu bisa seperti kamu yang sangat konsisten tentang rasa sabar kamu." Mengetik sambil tersentuh terharu.
"Sama-sama, aku juga berterimakasih kepada mu walau dengan kondisi kamu yang masih dijaga ketat tentang waktu kamu istirahat terutama. Tapi kamu masih menyempatkan untuk berkomunikasi dengan ku sebentar ntah itu lewat telepon atau pun via pesan biasa dan WhatsApp." Meng-ungkapkan dengan penuh rasa, dan sambil berbaring dengan mata yang sudah terkatup yang sangat jarang sekali terjadi tetapi ntah kenapa kali ini sangat mudah baginya bila ingin tidur.
"Oh iya aku juga mau tidur dulu, ntah kenapa ni akhir-akhir ini semenjak ada niat dan benar-benar kemauan yang tulus banget dari hati... Eak he-he-he, aku jadi gampang sekali jika ingin tidur. Apa lagi jika sudah dalam posisi baring menyentuh kasur ku yang enak ini. Jadi jika tersentuh atau terbaring di kasur ku tidak butuh waktu lama mata ku pasti sudah terkatup-katup." Jawab Jackshien lagi.
"Syukurlah kamu bisa berubah menjadi lebih baik dalam mengatur jam tidur mu dan sekarang sudah lebih mudah jika ingin tidur iyakan? Tidak seperti dulu yang harus bermain handphond dulu sampai ngantuk dan tertidur dan berbagai cara lainnya. Jadi jika sekarang kamu sudah lebih bisa cepat untuk tidur maka tidur lah jika punya waktu, tidur lebih awal bisa membuatmu bangun lebih awal dan segar serta ingatan mu juga bisa jauh lebih bagus." Kata Chelsea yang juga sekarang mengubah posisi tengkurapnya di atas kasur menjadi baring.
"Sudah yah He-he-he bisa-bisa tidak selesai nanti nih, mari kita tidur dan semoga mimpi indah yah..." Chelsea.
"Ha-ha-ha iya-iya. Baiklah selamat malam dan mimpi indah."
Dan percakapan pun berakhir dan mereka berdua langsung menaruh Handphone dan tidur.
Di pagi hari dengan rintikan hujan yang cukup deras membuat hari ini begitu dingin sehingga siapa saja akan sangat tertidur pulas. Termasuk Chelsea, hampir telat bangun karena ke enakan tidur tetapi untungnya di bangunkan oleh ibu.
"Chelseaheila B.A.N.G.U.N" teriak ibu di balik pintu kamarnya sambil mengetok berkali-kali.
Cukup lama ibu berdiri di balik pintu dan berteriak tetapi tidak ada respon bahwa Chelsea telah bangun, sampai akhirnya Ibu punya ide untuk menelepon Handphone nya.
Benar saja cara itu ternyata efektif karena suara ibu yang dari tadi menyuruh nya bangun tidak terdengar karena tertutup dengan suara derasnya rintikan hujan.
Setelah mendengar handphone nya berbunyi akhirnya Chelseaheila tersadar dan sudah hampir telat. "Aduh... Chelsea kenapa bisa telat bangun."
Langsung bangun dan membereskan tempat tidur dan segera mandi. Kaget saat membuka pintu kamar ternyata ada ibu di balik pintu nya tanpa dia sadari.
"Aa.... Astgah!." Teriak Chelsea.
Ibu yang juga terkejud karena Chelsea tiba-tiba membuka pintu dengan berteriak sangat kencang.
"Aaa! Chelsea. Bikin ibu kaget aja kamu itu..." Menepuk d*d* nya.
"Ibu yang kaget kan aku, kenapa ibu ada di balik pintu kamar ku." Ujar Chelsea.
"Ibu itu membangun kan kamu dari tadi tetapi kamu tidak dengar, ya sudah ibu telepon saja handphone mu dan ternyata berhasil membangun kan mu." Jawab Ibu.
"Sudah cepat mandi dan segera untuk sarapan ya..." Ujar Ibu lagi sambil meninggalkan Chelsea turun ke bawah.
"Iya..." Langsung ikut turun ke bawah untuk mandi.
Ayah yang ternyata sudah mandi dan sudah duduk santai di ruang keluarga sambil nonton dengsn melihat Istri dan anaknya yang baru turun pun bertanya akan teriakan barusan.
"Ada apa teriak-teriak kalian berdua, Ada hantu ya di atas?" Tanya ayah.
"Apaan sih Ayah!" Teriak Chelsea ketakutan dan langsung berlari dari belakang memeluk Ibu nya dengan erat, yang sontak membuat Ayah dan Ibu nya tertawa.
"Ha-ha-ha..." Serempak Ibu dan Ayah.
"Ketawak lagi, Nih jadi tidak berani mandi kan gara-gara Ibu sama Ayah." Ujar Chelsea.
"Kok ibu, ayah mu tuh yang ngomong hantu bukan ibu nak ha-ha-ha lucu kamu tuh." Memeluk putrinya dengan erat karena geram dengan tingkah lucunya.
"Sudah-sudah mandi sana... Nanti telat loh." Ayah.
"Temanin..." Kata Chelsea sambil masih memeluk Ibunya.
"Mana bisa, kamu kan sudah dewasa nak." Kata Ibu.
"Jadi bagaimana, aku takut nih jadi tidak berani mandi sendiri makanya jangan ngomong hantu ya memang sih masih pagi tapi kan sama aja."* Ujar Chelsea merengek ketakutan tidak berani mandi sendiri dan minta di temanin orang tuanya.
"Sudah ibu temanin kamu, nanti kamu mandi pintunya tidak usah di tutup terlalu rapat di buka aja sedikit. Nah Ibu tunggu kamu dari luar ya?" Ujar Ibu.
"Ya sudahlah, ayo bu." Berjalan ke kamar mandi masih dengan sambil memeluk Ibunya.
Akhrinya Chelsea pun segera masuk ke kamar mandi dan mandi dengan sangat cepat. Ketakutan yang masih dia terbayang kan tentang 'hantu' membuatnya mandi dengan pikiran yang negatif dan hati yang sangat berdebar.
Dan sampai saat ganti baju di kamar pun Ibu nya di minta untuk menemaninya juga.
"Bu... Temanin aku ganti baju ya?"
"Yah telat nih ibu belanja sayurnya." Ujar Ibu.
"Yasudah lah cepat yah, ibu tunggu di depan seperti ini juga saat kamu mandi." Ujar Ibu lagi yang langsung naik duluan dan di ikuti Chelsea yang memegang baju nya dari belakang.
Sampai di depan kamarnya, Chelsea langsung bergegas dengan cepat membuka kamar dan langsung ganti baju sambil melihat-lihat sesekali untuk mengecek apakah ibu nya tetap berada di depan kamarnya atau malah meninggalkannya.
"Ibu.." sambil berganti pakaian dengan melirik ke arah Ibu yang berdiri di depan pintu.
"Iya cepetan, ibu di sini kok tidak kemana-mana sayang." Jawab Ibu.
"Tunggu..." Ujar Chelsea lagi dengan nada manja.
"Cepatlah nak, ibu mau belanja ini nanti sayurnya pada habis loh." Jawab Ibu yang sabar menunggu Chelsea.
Dari tadi selalu menyebut Ibu nya sehingga membuat ibunya sedikit kesal.
"Ibu...."Chelsea.
"Ibu...." Chelsea.
"Ibu...." Chelsea.
"Cepatlah nak, kamu itu Ibu-Ibu-Ibu terus nanti ibu tinggal loh ya." Tegas Ibu.