Rekan kerja yang sangat pengertian.

2003 Words
Syuting berlanjut kali ini sangat sampai larut karena kondisi cuaca yang di inginkan untuk syuting malah berbalik. Yang membuat mereka lembur dan terpaksa tidur di lokasi syuting tempat mereka di makeup, ada juga yang tidur di penginapan dekat lokasi. Karena akan lembur sampai selembur-lemburnya maka Jackshien memgabarkan hal tersebut ke kedua orang tuanya supaya tidak khawatir dan jika masih sempat pulang maka akan pulang jika tidak maka terpaksa akan tidur di penghinapan dekat lokasi seperti teman-teman lainnya. Mama dan Papa yang sedang asik menonton sinetron pun tiba-tiba mendapat telepon. (Berdering)... "Hallo..." Mama yang mengangkat telepon dari Jackshien. "Hallo ma, hari ini aku lembur sekali jadi jika masih sempat untuk pulang dan tidur dirumah aku akan pulang tapi sebaliknya jika ternyata tidak sempat aku akan menghinap di penghinapan dekat lokasi disini ya." "Kenapa bisa lembur sekali? Tumben banget sampai bilang jika sempat baru akan pulang dan tidur dirumah... Memang nya kenapa begitu bukannya biasa ketika kamu lembur pun masih sempat untuk pulang?" Mama yang tadinya asik menonton pun terfokuskan dengan perkataan Jackshien dan berdiri berjalan menelepon di meja makan. "Iya ma. Kali ini beda lemburnya kalau biasa nya lemburnya tidak sampai subuh nah mungkin ini akan sampai subuh karena adegan yang akan kumainkan di haruskan tidak dalam kondisi cuaca hujan nah sedangkan di sini masih hujan dan kelihatan nya awet banget jadi masih di tunda dan sekarang aku dan teman-teman lainnya masih berada di ruang makeup." Jawab Jackshien yang menjelaskan secara rinci agar Mamanya mengerti akan keadaan sekarang. Melihat istrinya yang lama bertelepon di dekat meja makan sambil berdiri membuatnya penasaran dan mendekati istrinya. "Siapa ma?" "Jackshien pa, dia memberitahu bahwa hari ini dia akan sangat lembur yang tidak seperti biasanya sehingga tidak tau bahwa akan sempat kah untuk dia pulang tidur di rumah atau tidak. Jika tidak dia akan tidur di penghinapan dekat lokasi." Jawab Mama yang masih berteleponan dengan Jacskhien. Jacskhien yang mendengar suara Papa pun meminta Mamanya untuk memberikan telepon ke Papa. "Ma tolong beri ke Papa, biar Jackshien bicara sama papa." Lalu mama pun memberikan handphone nya kepada suaminya. "Hallo Pa..." "Iya nak, Kenapa loh tumben kamu lembur dan tidak dapat pulang ke rumah?" Tanya Papa. "Jadi begini Pa. Memang lembur kali ini berbeda dengan lembur yang kuhadapi biasanya karena ternyata cuaca hari ini tidak mendukung tetapi memang harus di lakukan lanjutan syuting yang tidak bisa di tunda besok kecuali memang hujan nya ternyata hingga pagi. Nah sekarang saja aku dan teman-teman pemain, kru, dan Sutradara sedang berteduh ada yang di ruangan ganti, makeup dan di mobil. Jadi di perkirakan akan lembur sampai subuh nah jika ternyata bisa lebih awal seperti ya jam 24.00 malam lah nah mungkin aku masih sempat untuk pulang tidur dirumah jika tidak pun aku akan tidur di penghinapan di dekat sini karena teman-teman lainnya juga ada yang seperti itu. Menurut ku ide bagus juga dari pada di jam segitu masih ku sempatkan pulang takutnya malah di perjalanan pulang aku ngantuk berat dan menabrak atau tidak sempat istirahat karena jika subuh aku pulang dan sampai rumah sudah mau pagi belum lagi harus kerja di pagi hari nah mana sempat aku untuk tidur iyakan pa?" Penjelasan Jackshien yang di usahakan dapat di mengerti oleh orang tuanya. Akhirnya Papa pun dapat mengerti keadaan Jackshien. "Baik la Papa mengerti, kamu hati-hati ya menghinap di mana pun jangan lupa permisi dan berdoa. Semangat kerjanya anak Papa..." "Terimakasih Pa... Maaf tidak bisa pulang mungkin malam ini tapi jika ada waktu seperti yang tadi Jackshien jelaskan, pasti akan pulang dan tidur di rumah kok tenang saja..." Ujar Jackshien yang akhrinya tenang dan legah akhirnya Papanya mengerti keadaanya jadi tidak lah terjadi kesalah pahaman. "Iya sama-sama nak dan tidak apa-apa juga kalau tidak sempat untuk pulang yang penting kamu sudah kasi informasi ke kami jadi kami juga tidak terlalu khawatir tentang keberadaan kamu yang penting, kalau ada apa-apa Jangan ragu untuk menelepon Papa atau Mama ya jam berapa pun dan di mana pun paham ya?" Ujar Papa sambil melihat istrinya yang penasaran dengan pembicaraan mereka. "Pasti, baiklah Jackshien tidur dulu ya pa soalnya biar besok tidak mengantuk dan lelah karena jika tidak memanfaat kan waktu untuk tidur sebentar sekarang takutnya nanti malah tidak dapat tidur dengan waktu yang lama." "Baiklah papa matikan ya, hati-hati nak." "Baik pa, pasti." Dan setelah itu telepon langsung di matikan oleh papa, dan istrinya yang penasaran pun menanyakan banyak sekali pertanyaan ke suaminya. "Tadi kalian membicarakan apa?" Tanya istrinya dengan wajah khawatir. "Ma... Tadi itu Jackshien menjelaskan kembali tentang apa yang juga sudah di jelaskan ke papa dan menurut papa apa yang sudah dia lakukan apa lagi sudah memberitahu kita itu sudah benar jadi kamu jangan terlalu mengkhawatirkan nya ma. Di sana juga ramai kok pasti di sana mereka juga saling menjaga dan Jackshien juga sudah besar dia pasti tau apa yang akan dia lakukan jika dalam suasana seperti itu atau pun suasana lainnya, kita sebagai orang tua jika terlalu khawatir juga tidak baik ma jadi kita di sini cukup mendoakan nya saja agar di hindarkan dari hal buruk dan di hindari dari orang-orang jahat." Suaminya menjelaskan dengan harapan juga agar istrinya bisa jauh lebih tenang dan paham akan kondisi Jackshien supaya Jackshien bekerja juga berjalan dengan baik dan lancar, jika saya juga seperti istri saya maka kasihan Jackshien yang juga pasti selalu memikirkan kami di sini yang terlalu mengkhawatirkan nya di sana. Akhirnya setelah di berikan penjelasan yang cukup rinci dan panjang. Hati yang tadinya sangatlah tersiksa karena khawatir yang mendalam akhirnya perlahan dapat mulai mengerti dan tidaklah merasa se-khawatir tadi. "Baiklah mungkin memang harus seperti itu, sejujurnya memang hatiku tidak tenang tapi mau bagaimana lagi jika itu yang terbaik maka akan mendoakan saja dari sini untuk nya yang di sana." Ujar Ibu yang di rangkul suaminya. Melihat istrinya yang berusaha tegar, dirinya pun kembali mengajak istrinya untuk lanjut menonton dan akan memesankan banyak makanan untuk mereka makan malam ini supaya istrinya kembali benar-benar tenang. Walau pun terlihat seperti baik-baik saja namun hati tetap merasa tidak tenang walau lebih tenang sedikit dari waktu pertama kali mendengar pemberitahuan Jackshien. Mungkin ekspresi wajah menggambarkan bahwa baik-baik saja dan mungkin perkataan suaminya juga benar tidak ada salahnya juga namun hati seorang ibu ntah mengapa sangat sulit untuk benar-benar tenang tapi bersyukurnya mendapat suami yang selalu berusaha ingin menghibur dan membuat istrinya tidak terlalu cemas, ada saja yang di lakukan termasuk malam ini yang di beli kan cukup banyak makanan untuk mereka nikmati berdua sambil nonton yang sedikit membuatnya jauh lebih senang walaupun bukan tenang. Setelah menunggu sekitar 45 menit akhirnya makanan yang di pesan suaminya pun datang dan menikmati semuanya dengan sangat baik. "Terimakasih suami ku sudah dapat memperlakukan ku dengan sebaik ini, kamu selalu tau apa yang harus kamu lakukan dan berikan kepada ku." Ujar Mama ke pada Papa sambil memerluknya. "Tidak perlu berterimakasih, kita sudah berjanji akan saling melengkapi, menyemangati, sehidup semati maka ini bukan lah bagian terbesar yang ku berikan kepada mu hanya saja ini sebagai bentuk agar kamu lebih tenang karena aku tau kamu adalah seorang ibu akan lebih jauh khawatir di banding seorang ayah yang tidak mengandungnya selama 9 bulan dan melahirkannya." Sontak mendengar omongan suaminya yang begitu mendalam membuatnya terharu dan meneteskan air mata yang membasahi baju suaminya. Sangat bersyukur tentu berbicara di dalam hati dan doanya karena memiliki suami yang sangat mengerti, pengerti, memahami, berusaha menyenangkan istri dan anak, menjaga istri dan anak, bertanggung jawab dan yang terpenting masih mengingat janji-janji pernikahan. Walau ini hanya perihal pulang atau tidaknya Jackshien tetapi malah membuat malam ini terasa sangat menguras air mata karena haru mendengar pernyataan dari suaminya sehingga membuatnya juga teringat pernikahan mereka yang sudah lama itu. Umur boleh sudah berumur, wajah boleh sudah tidak semuda dulu, gaya berpacaran juga sudah tidak seperti dulu. Tetapi romantisnya sekarang biarpun berbeda tetapi maknya lebih mendalam dan membuat siapa saja yang mengalaminya pasti akan merasa sangat beruntung memiliki nya. "Pa... Mama sangat bersyukur punya suami seperti kamu dan berterimakasih kamu telah memilih ku untuk menjadi istri dan ibu dari anak-anak mu." "Papa lebih bersyukur dan berterimakasih kamu telah menerima ku sebagai suami mu dan bersedia untuk merasakan sakit yang tidak bisa ku rasakan dengan mengandung anak kita selama 9 bulan serta menahan sakit nya kontraksi serta melahirkan apa lagi kamu yang menjaga Jackshien lebih lama di banding aku yang harus membanting tulang untuk kalian dan tidak memiliki waktu banyak dengan Kalian berdua waktu itu karena sibuknya bekerja." Semakin berkata semakin membuatnya semakin tersendu mendengar perkataan suaminya. "Semoga cinta kita selamanya." Ucap Mama yang dengan hati bahagia haru yang masih memeluk suaminya dengan air mata yang masih terus mengalir hingga matanya membengkak. "Harus dan akan." Jawab suaminya sambil terus mengelus istrinya agar merasa nyaman di dekapan nya. ... Berbeda dengan Chelsea. Chelsea yang sekarang sedang di ajak rekannya untuk pergi jalan di mall saat pulang pun terpaksa dengan berat hati di tolak karena sudah pasti kedua orang tuanya belum mengizinkan nya sedangkan masih sampai hari ini saja dirinya masih di antar jemput oleh ayahnya dan terkadang oleh Teman kecilnya Jackshien. "Chels nanti malam sehabis pulang kerja, pergi ke mall sebentar yuk." Ajakan dari teman kerjanya yang menghampiri nya yang sedang mengetik. "Maaf bukanya aku jadi berbeda, sombong dan lebay. Sudah pasti kedua orang tua ku belum bisa melepas ku untuk pergi jalan-jalan apa lagi saat sehabis pulang kerja, karena begini kamu tau kan beberapa hari lalu aku sempat sakit dan di rawat hingga beberpa hari dan itu adalah pertama kalinya dalam hidup ku aku sakit sampai di rawat hinap dan pertama kalinya aku pingsan saat itu dan yang menjadi penyebab nya adalah kurangnya waktu istirahat, pola makan yang kurang baik, dan jam tidur yang berantakan karena sebelum nya memang aku jarang sekali tidur cepat dan lebih awal." Jawab Chelsea panjang lebar menatap temannya dengan senyuman. "Baiklah tidak apa-apa kok aku juga kira kamu sudah di izinkan makanya aku mengajak mu he-he-he maaf ya, Semangat semoga benar-benar pulih dengsn cepat ya jadi kita bisa pergi jalan deh di lain waktu dan sekarang jugs aku baru mengerti dan terimakasih sudah menjelaskan nya dengan sangat jelas kepadaku sehingga aku jadi lebih paham he-he-he, semangat Chelseaheila! You can." Ujar rekan kerjanya sambil memeluk Chelsea yang sedang duduk dan mengetik. "Terimakasih telah mengerti aku, maaf jika sebaliknya aku tidak mengerti kamu yang sepertinya memang pengen untuk mengajak ku jalan di mall tapi jika benar-benar sudah pulih banget aku tidak akan menolak mu selagi orangtua ku mengizinkan ku." Ucap Chelsea sambil mengelus tangan Yang sedang memeluknya. "Sudahlah untuk perihal jalan ke mall kan kapan saja bisa, yang terpenting adalah kesehatan kamu dulu karena sehat itu mahal aku tau itu. Maka maaf jika aku mengajak mu disaat yang belum tepat sehingga membuat mu merasa bersalah padaku jujur aku minta maaf dan ku kira kamu sudah benar-benar pulih sepenuhnya maaf, maaf kan aku ya." Ujar rekannya yang masih memeluknya dari tadi. Sebenarnya di lubuk hati terdalam Chelsea baru kali ini menolak ajakan teman serekan kerjanya tetapi dengan keadaan sekarang mungkin masih sulit untuk mendapat izin keluar dari kedua orang tuanya, terutama sang ibu yang tentunya rasa khawatirnya lebih tinggi sehingga mengharuskan dirinya untuk berani menolak. Tau bagaimana rasanya ditolak saat di ajak berjalan oleh siapapun tetapi bersyukur sangat-sangat bersyukur nya memiliki rekan kerja yang dapat mengerti keadaanya sekarang yang walaupun kelihatan nya dari wajah dan kinerja ku yang sudah baik seperti biasanya sebelum sakit. Tetapi dia mengerti bahwa pemulihan masih ku jalani untuk benar-benar pulih. "Terimakasih sekali lagi, aku tau kondisi ku memang sekarang sudah terlihat sehat seperti sedia kala tapi kamu masib mengerti bahwa aku masih dalam pemulihan supaya benar-benar pulih. Aku bersyukur punya rekan kerja yang rata-rata memang dewasa dan sangat-sangat pengertian termasuk kamu he-he-he aku membayangkan yah sama teman aja kamu se-pengertian ini apa lagi sama pacar ya kan?" Sambil bercanda dengan rekan kerjanya akhirnya pelukan berakhir saling kelitikan. Yang membuat mereka berdua di tegur salah satu rekan juga yang sedang serius bekerja karena merasa terganggu dengan tawa mereka yang sangat keras serta karena kelitikan yang membuat mereka geli sehingga sering kali tersenggol meja dan itu juga berpengaruh ke meja-meja lainnya yang berdempetan.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD