Mari kita bernostalgia pada kejadian dua puluh tahun silam. Hari dimana semua rasa sakit merenggut semua emosi yang ada pada diri seorang Aldo Althazka. Saat itu Aldo masih sangat kecil, seperti anak laki-laki berumur sembilan tahun pada umumnya, Aldo adalah anak yang periang dan penuh akan keluguannya yang terkesan lucu bagi semua orang. Hidup dalam harta yang berlimpah, disertakan kedua orang tua yang sangat menyayanginya layaknya anak tunggal yang diperlakukan sebagaimana dimanjakannya seorang tuan muda kaya raya. Doni dan Sarah adalah sepasang suami istri yang sangat menyayangi anaknya, apapun yang diingankan oleh Aldo, pasti akan selalu mereka turuti. Namun keindahan dalam hidup Aldo itu layaknya sebuah palangi yang muncul di sore hari. Indah, tapi hanya sebentar. Kehidupan yang har

