56. Tertawa Selagi Bisa

1680 Words

Deburan ombak terdengar semakin jelas, bau laut yang khas, bersama angin yang samar-samar bertuip memberikan kesan yang menenagkan. Malam yang membahagiakan itu sudah berlalu, meninggalkan kenangan yang tak terlupakan. Aldo, pria itu menatap hangat mata Aca yang tertutup. Tertidur pulas di dalam pelukannya. Tangan Aldo bergerak menyingkirkan anak rambut yang menutupi kecantikan istrinya, Aca bahkan terlihat sangat imut kala tertidur, begitu setidaknya pikir Aldo. Mau bagaimana lagi, sisi liar milik Aca seolah tertutup sempurna saat tertidur dengan lelap. Kali ini Aldo mengusap lembut puncak kepala istrinya, "Aca... bangun..." Ujar Aldo lembut, tersenyum dengan hangat berharap istrinya itu segara membuka mata. Aca yang merasa tidurnya terusik menggeliat pelan. Bukannya membuka mata, Aca

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD