54. Memata-matai

1730 Words

Malam sudah semakin larut, deruan ombak terdengar semakin kencang kala menabrak beberapa batu karang yang ada di tepian pantai. Nurul dan Felix memutuskan untuk keluar dari tempat persembunyian mereka tanpa menunggu instruksi dari Aldo karena stok kembang api yang mereka miliki sudah habis. "Gila suami lo! Bisa-bisanya ngelupain kita!" Nurul merebahkan dirinya di atas matras yang terbentang di depan tenda mereka, protes sambil mengistirahatkan diri. Nurul benar-benar tak habis pikir, bisa-bisanya Aldo melupakan orang-orang yang sudah membantu rencananya. "Dia kesenengan kali, jadi lupa." Aca tentu membela suaminya, lucu juga tadi melihat Nurul dan Felix tiba-tiba keluar dari balik pohon yang tak tahu sudah sejak kapan mereka berada di sana. "Yeeee kalian mah seneng! Gue yang bau asep!"

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD