Aca menatap senang pantulan dirinya di cermin. Gaun putih berbahan satin yang menjuntai hingga pangkal betisnya melekat sempurna pada tubuh Aca. Itu adalah gaun yang baru saja di belinya setelah pulang dari kampus, Aca baru tahu bahwa pakaian feminim seperti itu juga cocok pada tubuhnya. "Laper..." Senyum Aca tiba-tiba saja hilang. Perutnya sudah keroncongan tapi terus merasa mual saat mencium aroma makanan yang menyengat. Dari pagi hingga saat ini Aca hanya bertahan dengan meminum air putih dan sepotong roti coklat yang dengan paksa di telan oleh Aca agar perutnya tidak kosong. Tadi saat di kampus Aca juga memaksa untuk memakan satu porsi bakso yang sangat digemarinya, tapi Aca malah berakhir muntah-muntah dan semakin lemas. "Gapapa, diacara nanti pasti banyak makanan yang enak-enak."

