19. Hal Yang Sebenarnya

1820 Words

Akhtar "Saya sudah di basemen. Kamu janji akan mempertemukan kami hari ini kan?" Gue mengurungkan niat menegur bokap setelah tahu dia sedang mengobrol serius di telepon entah dengan siapa. "Sabar kamu bilang? Saya sudah menunggu selama puluhan tahun. Harus sabar seperti apa lagi?" Nada bicara bokap naik beberapa oktaf. Seperti orang sedang memendam emosi. "...." "Oke saya salah karena menghilang begitu saja setelah kejadian hari itu. Lantas kenapa kamu tidak berusaha mencari saya? Tidak ada kabar apa pun dari kamu, saya pikir kamu tidak mengalami hal buruk setelah hari itu." "...." "Iya saya memang bangsad. Silakan kamu memaki saya sepuasnya. Tapi tolong segera pertemukan kami." "...." "Tidak bisa? Trus apa yang bisa? Jangan bikin saya gila karena terus menanggung perasaan bersala

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD