Siapa Yang Datang Ke Rumah?

1220 Words
Deg.. Bella pun membuka pagar rumahnya sampai di halaman depan rumah terlihat ada sebuah mobil sport BMW mewah keluaran terbaru terparkir didepan rumah sepertinya sedang ada tamu Bella pun mencari tahu siapa pemilik mobil sport itu Ia pun melepaskan alas kakinya dan masuk ke dalam rumah dengan mengucapkan salam kepada orang di dalam rumah "Assalamu'alaikum Ayah."Ucap Bella sambil menciumin tangan ayah "Waalaikumsalam, sudah pulang anak ayah oh ya kenalan dulu dong sama temen Ayah dan anaknya."Mahendra ayahnya Bella sambil mengelus kepala putri semata wayangnya itu dan menyuruh putrinya itu untuk bersalaman dengan tamu yang berkunjung ke rumah "Bella,Om,Mas."Bella sambil menyatukan dua telapak tangannya gadis itu memang begitu tidak mau bersentuhan orang yang belum di kenalnya Karena disana bukan hanya ada ayah dan anak saja tapi juga ada sahabat dari ayahnya Bella yang sedang bertamu ke rumah mereka Ia bernama Gustaf dan anaknya bernama Dimas mereka berdua yang sedang bertamu ke rumah gadis cantik itu ayah dan anak lajangnya terpukau dengan kesantunan yang terlihat dari diri Bella terutama Dimas yang sedang mencari sosok calon istri yang baik dan sopan sepertinya ada di dalam diri Bella setelah bersalam gadis itu pamit bergegas pergi ke dalam kamarnya untuk berbesih dan berganti pakaian rumah yang tertutup dan masih mengenakan hijabnya walaupun ada di dalam rumah dan kalau sedang ada tamu yang bertamu ke rumahnya Bella tidak mau mengubar auratnya Ia tetap mengenakan hijabnya setelah berganti pakaian gadis itu pun pergi ke dapur untuk mengambilkan minuman dan mengantarkannya kepada tamunya yang sedang berbincang dengan ayahnya Ia pun peletakan satu-persatu cangkir yang berisi air itu tanpa Bella sadari ada yang sedang curi pandang terhadap dirinya "Bella ajak nak Adam bicara dong."kata Mahendra sambil berdiri dan memegang bahu anak gadisnya itu setelah menaruh sajian kecil "Iya Ayah."jawab Bella sambil menunduk tanda Ia malu memandang wajah pria yang ada di hadapannya "Ayo sana datangi Bella."Kata Gustaf sambil menyegol siku anak perjakanya itu "Eh..Iya pah."sahut Adam agak terkejut karena terlalu terpukau dengan gadis itu Mereka berdua pergi ke teras yang ada di belakang rumah sedangkan para ayah mengobrol di ruang tamu "Tidak terasa anak-anak sudah dewasa semua."Gustaf berbicara berdua dengan Mahendra saat putra-putri mereka sudah pergi "Iya perasaan baru kemarin di timpang sekarang sudah pada gede aja ya.?"Mahendra juga melihat kearah mereka berdua yang telah jauh dari pandangan "Apa kamu tidak mau menikah lagi Hendra apa lagi Bella sudah beranjak dewasa dan pastinya dia juga akan menikah dan tinggal dengan suaminya suatu saat nanti"Gustaf mengkhawatirkan kesendirian sahabatnya itu "Entahlah Semenjak kepergian Sonya aku tidak berpikiran untuk membuka hati lagi dan karena yang terpenting buat ku sekarang adalah kebahagiaan Bella Memang setelah kepergian Sonya istri yang paling di cintainya kehidupan Mahendra berubah drastis sekarang dirinya menyibukkan diri dengan perkejaannya sebagai arsitek maka karena itu Bella mengambil jurusan disain interior yang tidak jauh dari perkerjaan sang ayah sesampainya di sana mereka berdua pun duduk di sebuah kursi santai sempat ada keheningan di antara mereka berdua sampai akhirnya Dimas pun yang memulai pembicaraan di antara mereka berdua "Hmm.sudah masuk semester berapa Dek?."Adam mencoba membuka pembicaraan di antara mereka berdua "Semester ganjil mas."Bella yang duduk sebelah Dimas sambil tersenyum "Oh. Bentar lagi mau lulus dong ya?."Dimas menoleh kearah Bella yang ada di samping kanan nya "Iya mas,mas Adam sendiri gimana masih kuliah atau kerja?."Bella berusaha untuk akrab dengan pria dewasa nan tampan itu "Kalau mas sudah kerja,tinggal cari sosok wanita untuk jadikan calon istri saja lagi.”Adam sambil mengarahkan pandangannya pada Bella yang ada sampingnya Ia memang sedang mencari calon pendamping dan lagi pula usianya sudah menginjak kepala tiga usia yang tidak lagi muda Deg..!!! Mendengar ucapan Adam barusan membuat jantung gadis cantik itu berdebar kencang "Apa maksudnya mas Adam barusan.?, Oh.berarti mas sudah ada pacar dong ya.?"Bella berusaha untuk akrab "Belum ada,kalau sudah mana mungkin mas ikut kesini kalau kamu sendiri gimana masih sendiri atau sudah ada yang punya.?"Adam sambil menatap ke arah Bella "Masih fokus kuliah dulu Dan mau bahagiain Ayah dulu mas,kalau pacaran nanti-nanti saja."Bella senyum dan sambil meayun-ayunkan kakinya yang lentik "Oh bagus dong kalau begitu,mas boleh minta nomor ponsel mu biar mas bisa ngobrol banyak sama kamu.?"Adam merasa mendapatkan angin sambill mengeluarkan ponselnya dari saku bajunya Bella pun memberikan nomor ponselnya pada Adam Ia beranggapan pria dewasa ini bisa di jadikan sebagai kakak yang baik untuk dirinya,namun tidak sebaliknya dengan Dimas pria itu malah berharap lebih dari sekedar teman atau pun saudara "Besok apa kamu kuliah.?"Adam ingin tahu banyak tentang calon istrinya itu "Iya mas besok aku kuliah."Bella tetap sambil tersenyum manis pada Adam "Kalau begitu besok biar mas yang antar dan jemput maukan.?"Adam sambil menatap wajah Bella dengan senyuman "Ah.tidak usah takut merepotkan mas Adam nanti."Bella menolak dengan secara halus "Mas tidak merasa di repotkan kok dek lagian kampus mu dengan kantor mas searah mau ya.?"Adam masih berusaha agar gadis itu mau di antara oleh nya "Hm.nanti deh aku kasih kabar ya mas, takut teman ku besok juga jemput."Bella yang sudah duluan janjii dengan Dennis merasa tidak nyaman dengan pria itu kalau tiba-tiba saja dia membatalkan janji "Oh oke ya itu terserah kamu saja deh mas tidak memaksa kok."Adam sambil senyum terpaksa menatap wajah Bella tak lama kemudian orang tua mereka berdua pun datang menghampiri mereka yang sedang asyik berbincang "He'em lagi asyik nih."Om Gustaf yang datang bersama dengan ayahnya Bella "Eh ada om sama papa"Adam terkejut melihat kedatangan para ayah mereka berdua mendatangi mereka berdua "Hayo ngaku lagi ngobrolin apa nih?." Gustaf mencoba menggoda mereka berdua "Ehm ngobrolin banyak hal pah."Adam yang menjawab sambil menunduk dan melirik Bella yang tidak terlalu jauh darinya Sedangkan Bella sejak ayah mereka berdua datang langsung merangkul siku ayahnya walaupun sudah beranjak dewasa tapi sikapnya anak perempuan yang sangatlah manja terhadap ayahnyenunjukkan pukul setengah tujuh malam waktunya untuk makan malam Dimas dan ayahnya pun di ajak makan oleh Mahendra kerena bibi jumiten sudah menyiapkan makanan di meja makan mereka berempat lalu menuju ke ruang makan di sana Bella duduk di sebelah ayahnya berhadap-hadapan dengan Adam dan juga papanya Adam banyak percakapan tercipta di meja makan itu setengah jam kemudian mereka pun selesai lalu Adam dan kedua ayah mereka sedangkan Bella membantu Bibi jumiten untuk membersihkan meja makan Bella memang seperti itu setiap kali selesai makan malam pasti dia selalu senantiasa berusaha untuk membantu perkerjaan rumah setelah semua selesai Ia pun menyusul ke ruang tengah Bella tetap saja menempel pada ayahnya jam sudah menunjukkan pukul setengah delapan malam waktunya Adam dan papanya berpamitan untuk pulang "Ya sudah kalau begitu kami pamit pulang dulu ya.?"Gustaf dan anak lajangnya berpamitan pulang sambil bersalaman "Buru-buru banget baru selesai makan nanti-nanti dulu lah."Mahendra menahan sahabatnya itu untuk pulang "Tidak enak pulang hingga larut malam lagian juga besok kamu kerja dan nak Bella iuga harus kuliah kasihan kalau tidur hingga larut malam."Gustaf sambil berdiri dengan putranya "Iya sudah kalau begitu hati-hati di jalan apa lagi kalau sudah malam seperti ini."Mahendra sambil bersalaman dengan sahabatnya sedangkan sisi lain Adam menginginkan Bella tentang pembicaraan mereka berdua di teras tadi "Mas tunggu ya kabarnya nanti.?"Adam menginginkan sambil tersenyum "Insyaallah ya mas.?"Bella balas pendek sambil membalas senyuman dan sembari mengikuti langkah para ayah mereka mendengar perkataan itupun Adam tidak lagi berbicara Akhirnya mereka sampai di depan pintu mobil pria tampan itu,Adam dan Ayahnya pamit dan bergegas masuk kedalam mobilnya setelah membunyikan klakson mobil mereka menjauh dari rumah Bella Besok Siapa yang akan lebih dahulu datang antara Dennis atau Adam ya?
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD