"Menurut kamu bagusan yang mana??" zahra mengerut kan kening saat meminta pertimbangan yana tapi tidak di respon
"Yana, Ada sesuatu yang kamu fikirkan kah??" tanya Zahra sambil menepuk lembut bahu asisten nya
"ahh maaf kak zahra,tadi tanya apa? tanya yana dengan senyum yang di paksa kan
"hhmm, wajah kamu gak bisa bohong"yana mengangkat kedua alis nya mendengar zahra berkata begitu
"hhmm, wajah kamu tuh gak bisa bohong,udah 2minggu ini kakak perhatikan kamu melamun terus" zahra merasa pasti ada sesuatu yang terjadi pada yana
"ohhh emmm maaf kak"
"gak pa pa yana' kalo kamu mau Cerita, cerita aja mungkin saya bisa membantu" sesama wanita zahra faham betul ada sesuatu yang sedang dia fikirkan 'mungkin dia sedang butuh uang kah?' tebak zahra dalam hati
terdengar terisak sedih "hiiiksss" airmata yang dia tahan beberapa Hari ini benar benar sudah tidak sanggup di bendung lagi, ingin rasanya yana pulang kekampung halaman, dimana ia di lahir kan sekarang juga..
"sabar yana,seberat apapun masalah kamu jangan menyerah, jangan larut terlalu dalam dengan kesedihan, semua masalah pasti ada jalan keluar nya" zahra memeluk yana yang masih terisak
Setelah puas menangis di pelukan zahra, yana menceritakan beban yang dia tanggung beberapa minggu ini..
"maaf kak saya bikin kakak khawatir" yana merasa tidak enak membuat majikan nya khawatir
"gak papa yana, anggap aja saya kakak kamu, gk perlu sungkan jika kamu butuh sesuatu katakan saja" zahra mencoba menenangkan yana
"mmm,sebenarnya beberapa hari ini saya selalu memimpikan bapak saya kak, setiap saya call ibu menanyakan keadaan bapak, ibu slalu bilang kalau bapak sehat sehat saja,dan ibu selalu menghidar jika saya akan bertanya tentang bapak" air mata yana semakin mengalir deras
"malah sekarang sudah 3 hari ini handphone ibu tidak aktiv sama sekali, saya khawatir sekali jika sesuatu terjadi pada mereka" yana kembali menangis dan menutup wajah dengan ke dua telapak tangan nya..
Sekarang Zahra faham benar perasaan yana karena akhir akhir ini sering melamun, zahra pun memeluk yana kembali dan mencoba menenangkan nya
"hmm,kenapa kamu gak coba call tetangga kamu atau Saudara kamu,tanya tentang kabar orang tua kamu dirumah?" tanya zahra
"saya gk punya nomer tetangga saya kak, saya bingung harus gimana,saya gk punya siapa siapa selain ayah sm ib" jawab yana masih terisak
"hmmm..kalau gitu sementara kamu bersabar yah, mngkin saja handphone nya rusak, atau ada alasan lain..."
"Kamu do'a kan selau untuk mereka yang baik baik saja ya, jangan berfikir yang negative,harus yakin mereka tidak apa apa" zahra pun memeluk yana kembali, kini ia tak mampu membendung air mata nya..
Yana pun mengangguk lemah benar apa yang dikatakan kak zahra kepada nya, jangan berfikir negative yang nantinya akan membuat beban itu semakin besar dan bisa melukai diri sendiri
"terima kasih kak, maaf sudah membuat kak zahra khawatir" jawab yana bercampur dengan sisa isakan nya
"mmmm, gak papa yana, kalau ada masalah ceritakan saja, jangan kamu pendam sendiri" jawab zahra
"makasih banyak kak"
Akhir nya Kini yana merasa bebannya selama 2 minggu yang ia pikul sendiri sedikit berkurang
"emmm, kalau begitu saya mau keluar jemput azril dan fahira dulu kak, 10 menit lagi bus sekolah Mereka datang" yana pun bergegas turun,sesampai nya dibawah apartments, seperti biasa ia berdiri di samping air mancur duduk disana , menunggu kedatangan bus sekolah yang mengantar kan azril dah fahira..
yana meresapi perkataan kak zahra tadi.. 'kamu do'a kan Mereka yang baik baik saja, jangan berfikir negative' hhhhhh yana mendengus pelan
Bipp bipp
Bis pun datang, azril dan fahira turun dari bus, mereka langsung berlari ke arah yana yang dan memeluknya
Yana sangat bahagia sekali melihat senyum mereka yang ceria dan tanpa beban, yana pun membalas pelukan kakak beradik itu...
Yana mengelus kepala azril sambil tersenyum " abang azril gimana sekolah nya? Hari ini Ada berapa homework?" tanya yana pada azril
"abang dapat homework 5, hmmm" azril menjawab dengan lesu
"gak papa, abang azril kan udah gede jadi homework nya harus banyak,yukk ahh cowok harus semangat,biar gak malu di lihat adek" rayuan yana berhasil membuat azril tersenyum
"kak yana, adek tadi dapat nilai A, soalnya adek nulis nya rapih" sela fahira adik azril yang masih ber umur 4tahun tak mau kalah, Yana lalu mencium pipi fahira gemas lalu menggendong nya
"adeknya abang azril ni memang the best" merasa senang dipuji yana fahira pun memeluk leher yana dengan tangan kecil fahira
Dan Mereka berjalan memasuki lift naik ke lantai 17
"siapa yang nanti mau ayam goreng" tanya yana saat mereka sedang di dalam lift
"saya" "Saya" kedua kakak beradik menjawab dengan kompak membuat yana gemas lalu menarik hidung mereka berdua sambil tertawa kecil...
"siap komandan masing masing akan mendapat 2potong" jawab yana sambil hormat membuat mereka lompat lompat bahagia dan kompak bilang "hooray"...
#Hati Wanita sangat peka, walau fisik mereka terlihat kuat, tapi sesungguh nya mereka sangat Rapuh#