Setelah melewati hari yang cukup melelahkan. Saat serangkaian pesta pernikahan sudah selesai di gelar. Davian membawa istrinya untuk tinggal di rumahnya. Tentu saja, sebagai seorang istri Dave. Athanasia hanya menuruti keinginan suaminya. Orang tuanya juga berpesan agar ia patuh dan taat pada pria yang saat ini sudah mengambil alih tanggung jawab dari tangan Kevin, papanya. “Sayang, kamu tidak apa-apa, kan. Kalau kita tinggal terpisah dari orang tuamu?” tanya Davian pada istrinya. Atha mengangguk tipis, “ya, tentu saja itu terserah kamu, aku hanya menurut,” jawabnya dengan senyum. “Istriku memang yang terbaik, kalau begitu biar aku menggendongmu masuk sampai ke kamar kita, bagaimana?” ujar Dave sambil mengerlingkan sebelah matanya genit ke arah Atha. “Hahahaha,” gadis itu tertawa melih

