64

1571 Words

"Aku dibebasin, Kak. Aku bebas!" Cakra berseru girang dan berlari memeluk Kia yang matanya sudah berkaca-kaca. Perasaannya sangat lega, badai yang menghantam keluarganya sudah reda. Ia memeluk erat dan mengusap-usap punggung Cakra. Adiknya memang tidak bersalah, Kia tahu itu sedari awal. Tapi perkataan yang hanya berlandaskan kemampuan supernya tidak dapat diterima oleh otak manusia lain. Sehingga dia harus mencari bukti untuk menyatakan bahwa Cakra memang tidak bersalah. Beruntung, pria yang saat ini tengah berdiri sembari tersenyum menyaksikan adegan dramatisnya dengan Cakra itu, mau repot-repot membantu Kia mencari bukti konkrit yang menyatakan Cakra tidak bersalah. Kia melepas pelukannya pada Cakra, dengan mata yang masih memerah dia berjalan menghampiri Galaksi dengan senyum termani

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD