Dentuman musik yang keras, riuh sorakan dan obrolan yang tumpang tindih, serta lampu yang sengaja dibiarkan remang-remang, menyambut kedatangan Cakra ke dalam sebuah rumah megah yang disulap mirip dengan club malam lengkap dengan orang-orang yang berjoget tidak karuan kesana-kemari. Ini bisa dibilang aksi nekatnya, meskipun dia tadinya merasa ragu untuk datang tapi semenjak Matahari yang selama ini menjadi orang yang paling tidak ia sukai tiba-tiba saja meminta untuk tidak datang, itu malah membuatnya semakin yakin untuk datang. Walaupun sebenarnya ia tidak tenang karena Firman tidak bisa datang bersamanya dan hanya dia sendiri yang akan berhadapan dengan Varo yang belakangan bersikap aneh dan baik padanya. "Woah gue pikir lo engga akan datang, Bro!" Cakra hanya tersenyum dan menjawab s

