55

1549 Words

"Jadi bener pelakunya temen Ayah itu?" Kia mendelik ke arah adiknya, "Jangan sebut dia temen Ayah. Jelas-jelas dia sampe berani nusuk Ayah dari belakang demi kepentingannya sendiri. Mana pantes orang kayak gitu disebut temen," tegur Kia keras. Cakra meringis mendengar teguran dari Kakaknya itu. Kia memang bukan orang yang murah senyum, tapi kakaknya bukan juga orang yang akan membicarakan orang lain dengan enteng. Tapi melihat Kia yang bahkan menegur keras hanya karena Cakra salah bicara, bisa dipastikan jika Kakaknya itu sangat marah sekarang. Amat sangat marah. "Tapi memang bener dia yang salah?" Ria ikut-ikutan bertanya untuk memastikan. Kia mengangguk pelan, "Tandanya merahnya muncul pas dia nyangkal kalau bukan dia yang jebak Ayah," jawabnya. Helaan nafas berat keluar dari mulut

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD